Hamas Serukan Iran Tidak Serang Negara Tetangga
Di tengah meningkatnya konflik, kelompok Hamas yang juga merupakan sekutu Iran mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan.
Hamas menyerukan agar Iran tidak menargetkan negara-negara tetangga di kawasan Teluk dalam konflik yang sedang berlangsung.
Dalam pernyataan yang dirilis Sabtu (14/3), Hamas menegaskan bahwa Iran memiliki hak untuk membela diri terhadap agresi Amerika Serikat dan Israel, tetapi tetap meminta agar konflik tidak meluas ke negara lain.
“Sembari menegaskan hak Republik Islam Iran untuk merespons agresi ini dengan segala cara sesuai hukum internasional, kami menyerukan kepada saudara-saudara di Iran untuk menghindari penargetan negara-negara tetangga,” demikian pernyataan Hamas.
Seruan ini muncul di tengah kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas menjadi perang regional yang melibatkan negara-negara Teluk.
Korea Utara Ikut Panaskan Situasi Global
Di saat yang sama, ketegangan geopolitik global juga meningkat setelah Korea Utara dilaporkan menembakkan sekitar 10 rudal balistik dalam satu hari.
Militer Korea Selatan menyatakan rudal-rudal tersebut diluncurkan dari wilayah Sunan menuju Laut Jepang (Laut Timur) sekitar pukul 13.20 waktu setempat.
“Militer mendeteksi sekitar 10 rudal balistik tak teridentifikasi yang diluncurkan dari area Sunan menuju Laut Timur,” kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan dalam pernyataan resmi.
Peluncuran rudal ini terjadi hanya beberapa hari setelah Pyongyang memperingatkan adanya “konsekuensi mengerikan” terhadap latihan militer tahunan yang dilakukan Korea Selatan bersama Amerika Serikat.
Situasi ini semakin menambah ketidakpastian geopolitik global di tengah meningkatnya konflik di berbagai kawasan dunia. (*)








