Pesona Borneo, Keindahan si Air Biru Biduk-biduk dan Labuan Cermin di Berau

oleh -
Keindahan si Air Biru Biduk-biduk merupakan Nama kecamatan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. (Foto : Hera).

BorneoFlash.com, BERAU – Pernah mendengar nama Biduk-biduk? Bagi yang sudah, tak soal.Bagi yang belum, Biduk-biduk merupakan nama kecamatan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Kami menuju Kecamatan Biduk-biduk dari perkebunan kelapa sawit.

Pasalnya, nama Biduk-biduk membuat penasaran bagi siapa saja yang belum pernah mendatangi lokasi tersebut.

Apalagi teman-teman saya memang penasaran seperti apa sih keindahan Biduk-biduk.

Jangan membayangkan jalanan mulus dan berasal. Meski pun jalanan terbilang lebar namun tak seluruhnya berasal.

Kadang jalan bergelombang ditemui. Sebelumnya supir kami sudah memberikan informasi perjalanan dari Samarinda menuju Biduk-biduk yang akan memakan waktu 12jam.

Kadang mobil kami dihadang jalan kubangan yang hanya cocok dilewati truk-truk berukuran besar.

Untung saja mobil kami dilengkapi dengan 4 WD sehingga perjalanan melintasi jalan berkubang dengan mudah dilalui.Memasuki Kecamatan Biduk-biduk, kami disambut lambaian pohon kelapa di kanan kiri jalan.

Di sebelah kiri jalan terbentang birunya Laut Sulawesi. Sepanjang pantai tumbuh pohon bakau.

Jajaran pohon kelapa jadi kesan pertama bagi pengunjung termasuk saya ketika memasuki Biduk-biduk.

Hijau ya rumput di halaman yang Asri bak karet sangat indah.

Memasuki Biduk-biduk, kami pun sedikit heran. Meskipun pohon kelapa berjejer rapi di pinggir jalan, tak satupun kami menemukan penjual kelapa muda di sepanjang jalan sampai warung di Teluk Sulaiman.

Bermalam di Biduk-biduk kami memilih menginap di Biduk Permai Hotel, kebanyakan lokasi penginapan terletak di tepi pantai.

Tarif kamar di Biduk Permai Hotel untuk kamar AC sebesar Rp 300.000 per malam.

Untuk harga sewa kapal Rp 850.000 sudah bisa berkeliling ke pulau kaniungan kecil dan kaniungan Besar.

Pulau kaniungan besar ada penduduknya dan resort juga, sedangkan pulau kaniungan kecil tak berpenduduk.

Kami menginjakkan kaki di kelembutan pasir putih pulau yang hanya memiliki satu-satunya resort disana.

Puas berkeliling sambil meneguk kelapa muda, kami memutuskan untuk kembali ke Teluk Sulaiman.

Labuan Cermin

Setelah beristirahat di Biduk Permai Hotel, keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan menuju Labuan cermin. Kami penasaran akan keindahan Labuan cermin.

Keindahan nya sudah terlihat jelas sejak kami datang pertama kali. Terlihat sebuah keindahan yang luar biasa yang memaksa kami mengunjunginya.Warna hijau dan biru bercampur aduk disana. Labuhan cermin terletak di desa labuan kelambu. Bagi warga setempat Labuan cermin dinamakan danau dua rasa.

Air laut masuk ke daratan dan tertampung laksana sebuah danau.

Air tawar terasa sampai kedalaman 2meter saja dari permukaan, sedangkan selebihnya air asin.(*)

banner 700x135