Dalam pelaksanaannya, pengamanan tidak hanya difokuskan pada jalur lalu lintas, tetapi juga mencakup sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
“Selain di jalur mudik, kita juga harus melakukan pengamanan di berbagai sektor seperti tempat wisata, bandara, terminal, pasar, serta lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan keramaian masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa operasi tersebut melibatkan sebanyak 3.928 personel gabungan yang terdiri dari 1.995 personel Polri, 335 personel TNI, serta 1.598 personel dari instansi terkait lainnya.
Kapolda juga menegaskan bahwa setiap tahun perayaan Idul Fitri selalu diikuti dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk kegiatan mudik, aktivitas ekonomi, maupun kebutuhan pelayanan publik lainnya.
“Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi vertikal, serta seluruh pemangku kepentingan agar berbagai potensi kerawanan dapat kita antisipasi sejak dini,”pungkasnya.
Melalui koordinasi lintas sektoral ini diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026 dapat berjalan optimal sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, tertib, dan nyaman, sejalan dengan semangat “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.” (*)






