BorneoFlash.com – Ketegangan global semakin memuncak setelah konflik antara Iran melawan aliansi Amerika Serikat dan Israel terus meluas. Sejumlah perkembangan terbaru menunjukkan konflik ini tidak hanya memicu aksi militer, tetapi juga protes internasional hingga potensi keterlibatan kekuatan besar dunia.
Gelombang demonstrasi anti-perang bahkan muncul di Jepang. Di kota Osaka, puluhan orang turun ke jalan pada Sabtu (7/3) dengan membawa spanduk dan memukul drum sambil mengecam serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Para demonstran membawa berbagai poster bertuliskan kecaman seperti “Kami mengutuk agresi AS dan Israel terhadap Iran”, “Kami mengutuk pemboman Iran oleh imperialisme Amerika”, hingga “Tidak untuk perang!”. Beberapa spanduk juga menyoroti dukungan pemerintah Jepang terhadap kebijakan Washington.
Aksi protes ini dilaporkan berlangsung hampir setiap hari di berbagai wilayah Jepang sejak akhir pekan lalu.
Konflik Memanas Setelah Serangan Besar
Ketegangan meningkat tajam sejak 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap sejumlah target strategis di Iran, termasuk di ibu kota Teheran.
Serangan tersebut menimbulkan kerusakan besar dan korban sipil. Dalam operasi itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas pada hari pertama serangan. Pemerintah Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Iran merespons dengan melancarkan serangan rudal dan drone terhadap wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.








