BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Tingginya daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika harga bahan pokok di Kota Balikpapan. Meski permintaan meningkat, terutama menjelang Ramadan, ketersediaan barang di pasar masih relatif aman.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan Balikpapan merupakan salah satu pusat distribusi barang di Kalimantan Timur. Karena itu, arus keluar-masuk komoditas dari dan ke daerah lain cukup tinggi.
“Permintaan dari daerah lain juga cukup banyak sehingga pasokan di Balikpapan kadang ikut berkurang. Namun sebenarnya barangnya tetap ada, hanya persoalannya lebih kepada harga,” ujarnya, kepada media, pada Senin (9/3/2026).
Menurut Haemusri, kondisi pasar di Balikpapan berbeda dengan beberapa daerah lain di sekitarnya. Tingginya aktivitas ekonomi dan gaya konsumsi masyarakat membuat barang kebutuhan pokok tetap terserap, meskipun harga mengalami kenaikan.
“Gaya hidup masyarakat Balikpapan berbeda dengan daerah lain seperti Samarinda atau Penajam. Yang penting barangnya ada, berapa pun harganya biasanya tetap dibeli,” katanya.
Untuk menjaga stabilitas harga selama Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menyiapkan sejumlah langkah. Salah satunya dengan menggelar kegiatan pasar murah bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 10–11 Maret 2026 di Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan.
Selain itu, menjelang akhir Ramadan TPID juga akan menggelar program Peduli Berbagi bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Balikpapan. Program ini mengusung konsep pasar murah yang dikemas dalam kegiatan sosial, untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Di sisi lain, pemerintah kota juga terus melakukan pengawasan terhadap distribusi dan harga bahan pokok di lapangan. Inspeksi mendadak (sidak) telah dilakukan bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk Satgas Polda Kalimantan Timur.
“Pengawasan tetap kami lakukan bersama stakeholder terkait untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap terkendali,” jelas Haemusri.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap kebutuhan masyarakat selama Ramadan tetap terpenuhi sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)








