BorneoFlash.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan pemerintah belum menaikkan harga BBM bersubsidi meski harga minyak dunia naik akibat ketegangan di Timur Tengah. Pemerintah masih memantau konflik dan dampaknya terhadap harga minyak sebelum menentukan kebijakan.
Airlangga menambahkan pemerintah menyiapkan skenario menghadapi konflik yang bisa berlangsung 3 hingga 6 bulan atau lebih.
Pakar energi Yayan Satyakti dari Universitas Padjadjaran memperkirakan harga minyak dunia bisa mencapai 100 dolar AS per barel jika Iran menutup Selat Hormuz. Penutupan itu akan mendorong harga BBM naik hingga 50 persen.
Konflik saat ini berpotensi menaikkan harga minyak 10-25 persen, memengaruhi Indonesia yang masih mengimpor minyak dari Timur Tengah. Yayan mengingatkan pemerintah menyiapkan anggaran ekstra bila harga melampaui asumsi APBN 2026 sebesar 70 dolar AS per barel.
Media melaporkan Sabtu (28/2/2026), Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi militer bertujuan meniadakan ancaman dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran. Oman memediasi tiga putaran perundingan nuklir tidak langsung antara AS dan Iran sebelumnya. (*)








