BorneoFlash.com, SAMARINDA — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyediaan ruang usaha yang lebih representatif.
Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah pemanfaatan bangunan eks Swalayan 88 di kawasan Juanda sebagai pusat aktivitas UMKM yang terintegrasi.
Rencana tersebut merupakan hasil koordinasi antara Asisten II Setda Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, bersama pihak pengelola Swalayan 88. Lokasi tersebut nantinya akan difungsikan tidak hanya sebagai tempat berjualan, tetapi juga sebagai ruang pengembangan kreativitas bagi pelaku UMKM di Kota Tepian.
“UMKM telah terbukti memiliki daya tahan yang kuat, termasuk saat krisis moneter 1998. Oleh karena itu, pemerintah berupaya menyediakan ruang usaha yang strategis dan layak bagi para pelaku UMKM,” ujarnya, pada Sabtu (28/02/2026).
Ia menjelaskan, fasilitas yang disiapkan tidak terbatas pada satu area saja. Selain memanfaatkan lantai dua bangunan, bagian depan juga akan difungsikan sebagai area usaha.
Secara keseluruhan, tersedia sekitar 50 kios yang disiapkan khusus, jauh melebihi rencana awal yang hanya menargetkan beberapa unit.
Kawasan ini akan dikembangkan sebagai ruang kreatif yang nyaman dengan dukungan pendingin ruangan dan jam operasional hingga pukul 23.00 Wita.
Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana yang mendukung interaksi antara pelaku usaha dan masyarakat.
“Konsep yang dihadirkan tidak sekadar tempat bertransaksi, tetapi juga ruang interaksi yang nyaman bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain menyiapkan infrastruktur, Pemkot Samarinda juga menggandeng Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Perindustrian untuk melakukan proses seleksi dan kurasi produk.






