BorneoFlash.com, JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Gizi Nasional (BGN) mematangkan skema program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk lansia dan penyandang disabilitas.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, “Kami hari ini berkoordinasi dengan Kepala BGN, Prof. Dadan Hindayana, untuk menyempurnakan MBG. Konsepnya jelas dan bentuk kerjasama sudah kami tentukan.”
Lanjutan Program Permakanan
Kemensos melanjutkan program Permakanan, di mana mereka menyalurkan bantuan makanan siap santap melalui pendamping sosial dan kelompok masyarakat (Pokmas). Kini, Kemensos dan BGN memadukan MBG secara nasional untuk memperluas cakupan dan menstandarisasi gizi.
Pemanfaatan SPPG dan Mekanisme Distribusi
Gus Ipul menjelaskan, SPPG BGN menyiapkan makanan, sedangkan Pokmas atau caregiver mengantarkannya ke penerima manfaat.
Sasaran Program
MBG menargetkan lansia dan penyandang disabilitas yang tercatat di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya desil 1–5. Kemensos memprioritaskan lansia rentan dan penyandang disabilitas berat yang kesulitan memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.
Sinergi Kemsos dan BGN
Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan, “SPPG tersebar di berbagai wilayah dengan radius rata-rata 4 km, memudahkan Kemensos menjangkau penerima manfaat. SPPG menyiapkan makanan, sedangkan Pokmas atau caregiver mengantarkannya. Sinergi ini membuat distribusi lebih efektif.” (*)







