Menkeu Pastikan Impor 105.000 Kendaraan Kopdes Merah Putih Tak Bebani Fiskal

oleh -
Penulis: Wahyuddin Nurhidayat
Editor: Ardiansyah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) bersama Wakil Menteri Keuangan Juda Agung (kanan) dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) berbincang sebelum menyampaikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026 di Jakarta, Senin (23/2/2026). Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mengalami defisit sebesar Rp54,6 triliun atau 0,21 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per Januari 2026 namun masih dalam koridor desain APBN 2026. FOTO : ANTARA/Asprilla Dwi Adha/YU/pri.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) bersama Wakil Menteri Keuangan Juda Agung (kanan) dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) berbincang sebelum menyampaikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026 di Jakarta, Senin (23/2/2026). Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mengalami defisit sebesar Rp54,6 triliun atau 0,21 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per Januari 2026 namun masih dalam koridor desain APBN 2026. FOTO : ANTARA/Asprilla Dwi Adha/YU/pri.
banner 300×250

BorneoFlash.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan rencana impor 105.000 kendaraan niaga oleh PT Agrinas Pangan Nusantara untuk operasional Kopdes Merah Putih tidak akan membebani fiskal negara.

 

Kopdes Merah Putih akan membiayai pengadaan kendaraan melalui pinjaman Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kemenkeu kemudian mencicil kewajiban pinjaman sekitar Rp40 triliun per tahun selama enam tahun ke depan.

 

“Risikonya jelas, tidak menambah beban fiskal. Dana desa hanya dialihkan, mekanisme belanja berubah,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, Senin. Pembayaran cicilan dilakukan dengan mengalihkan sebagian alokasi dana desa yang sudah dianggarkan setiap tahun, sehingga yang berubah hanyalah mekanisme penyaluran anggaran.

 

Agrinas sebelumnya mengumumkan impor 105.000 kendaraan dari India senilai Rp24,66 triliun. Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan kendaraan itu akan memperkuat sistem logistik Kopdes Merah Putih di berbagai daerah.

 

Rinciannya terdiri dari 35.000 pikap 4×4 dari Mahindra & Mahindra, 35.000 pikap tambahan 4×4, dan 35.000 truk roda enam dari Tata Motors. Armada ini akan mendukung transportasi logistik di tingkat desa dan kelurahan, memastikan distribusi hasil pertanian dan kebutuhan masyarakat lebih efisien. (*

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.