“Kami ingin generasi muda memahami cara penularan, pencegahan, dan pentingnya deteksi dini HIV dan TB. Namun lebih dari itu, kami ingin menumbuhkan keberanian untuk tidak memberi stigma. Zero stigma adalah langkah awal menuju zero penularan,” tegasnya.
Materi sosialisasi disampaikan oleh dr. Dewa Donny Lesmana dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan. Ia menekankan bahwa keterbukaan informasi dan pemeriksaan dini sangat penting dalam memutus rantai penularan.
Menurutnya, sinergi antara industri, institusi pendidikan, dan pemerintah menjadi fondasi penting dalam memperluas literasi kesehatan, terutama di kalangan anak muda.
“Kami terus mendorong kolaborasi dengan institusi pendidikan dan pemangku kepentingan agar upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular dapat berjalan berkelanjutan dan berdampak nyata,” ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi interaktif. Salah satu peserta, Endin Heratiansyah dari SMA Negeri 8 Balikpapan, mengaku mendapatkan pemahaman baru terkait HIV/AIDS serta pentingnya pencegahan sejak dini.

“Kami mendapat edukasi langsung dari tenaga kesehatan. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa lebih sering diadakan agar semakin banyak masyarakat memahami bahaya HIV dan pentingnya pencegahan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, KPB menegaskan bahwa investasi pada kesehatan generasi produktif merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan pembangunan kota.
Edukasi, deteksi dini, serta penghapusan stigma dinilai menjadi fondasi penting agar Balikpapan tetap tumbuh sebagai kota industri yang sehat, inklusif, dan berdaya saing. (*)








