Gratispol Dicap “Waluh”, Rudy Mas’ud Temui Massa Usai Aksi Memanas

oleh -
Penulis: Nur Ainunnisa
Editor: Ardiansyah
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, menemui massa Aksi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, pada Senin (23/2026). Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, menemui massa Aksi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, pada Senin (23/2026). Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
banner 300×250

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Aksi demonstrasi yang digelar puluhan mahasiswa dari Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), pada Senin (23/2026), diwarnai ketegangan. 

 

Massa menilai program unggulan Gratispol yang dijalankan Gubernur Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur Seno Aji selama setahun terakhir belum berjalan optimal dan belum dirasakan secara merata oleh masyarakat.

 

Sekitar pukul 15.00 Wita, mahasiswa mulai berkumpul di kawasan Jalan Gajah Mada, Samarinda. 

 

Selain menyampaikan orasi, mereka juga membakar ban bekas sebagai simbol protes terhadap janji politik yang dianggap belum terealisasi sepenuhnya.

 

Situasi sempat memanas karena Gubernur tidak segera menemui massa. 

 

Kekecewaan peserta aksi memicu dorong-dorongan dengan aparat keamanan. Beberapa mahasiswa bahkan mencoba memanjat pagar kantor gubernur untuk masuk ke area dalam.

 

Setelah berlangsung hampir satu jam, tepat pukul 16.20 Wita, Rudy Mas’ud akhirnya menemui demonstran. 

 

Dengan pengawalan, ia memilih duduk bersama mahasiswa di halaman kantor untuk mendengarkan aspirasi yang disampaikan.

 

Koordinator lapangan aksi, Angga, menyampaikan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara narasi yang disampaikan pemerintah di media dengan kondisi di lapangan. Ia menilai klaim keberhasilan program Gratispol belum sepenuhnya terbukti.

 

Program Gratispol hingga saat ini belum terlaksana secara merata. Pemerintah kerap menyampaikan capaian besar di media, namun implementasi di lapangan masih terbatas,” ujar Angga.

Aksi demonstrasi juga membakar ban bekas sebagai simbol protes terhadap janji politik yang dianggap belum terealisasi sepenuhnya. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Aksi demonstrasi juga membakar ban bekas sebagai simbol protes terhadap janji politik yang dianggap belum terealisasi sepenuhnya. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan tujuh tuntutan, antara lain evaluasi dan pemerataan program Gratispol, penanganan kerusakan lingkungan di Kaltim, pemerataan pembangunan infrastruktur, serta penghentian praktik politik dinasti. 

 

Selain itu, mereka juga menuntut perlindungan hak buruh dan masyarakat adat, jaminan kebebasan berekspresi, serta transparansi pengelolaan APBD Kaltim.

Baca Juga :  TNI Polri di Kutai Barat Gelar Apel Pasukan dan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan

 

Sorotan juga diberikan terhadap pelaksanaan Gratispol di sektor pendidikan. 

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.