BorneoFlash.com, JAKARTA – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia untuk berperan aktif mendukung gencatan senjata dan perlindungan warga sipil di Palestina, khususnya di Jalur Gaza. Ia menyampaikan pernyataan tersebut kepada mitra internasional di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York.
Sugiono menyampaikan komitmen itu dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty, Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar, dan Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi pada Rabu (18/2/2026) waktu New York. Mereka membahas dinamika geopolitik global dan dampaknya terhadap situasi di Palestina.
“Saudara-saudara kita di Palestina tidak dapat menunggu lebih lama lagi untuk merasakan perdamaian yang adil dan bermartabat,” ujar Sugiono.
Sugiono menekankan pentingnya langkah terkoordinasi yang selaras dengan hukum internasional untuk mewujudkan perdamaian berkelanjutan. Ia juga menolak tegas segala upaya pemindahan paksa rakyat Palestina.
Para menlu sepakat bahwa setiap mekanisme perdamaian, termasuk melalui Board of Peace (BoP), harus sejalan dengan visi solusi dua negara dan menjunjung tinggi hukum internasional. Mereka menilai kolaborasi berkelanjutan penting untuk menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah.
Sugiono menegaskan partisipasi Indonesia di BoP bertujuan memastikan suara dan hak-hak rakyat Palestina terwakili. Keterlibatan Indonesia dalam BoP dan International Stabilization Force (ISF), tegasnya, akan mengikuti prinsip kemanusiaan dan hukum internasional.
Selain itu, Sugiono bertemu Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres serta Wakil Tetap Palestina untuk PBB Riyad Mansour. Pertemuan tersebut menegaskan konsistensi Indonesia dalam mendukung sistem multilateral dan upaya penyelesaian situasi di Jalur Gaza. (*)








