BorneoFlash.com, SURABAYA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memprediksi sekitar 144 juta orang akan mudik pada Lebaran 2026. Survei nasional menunjukkan 143,7 juta orang akan bepergian, dan pemerintah mengantisipasi potensi kenaikan seperti tahun sebelumnya.
Kementerian Perhubungan mengoperasikan posko angkutan Lebaran pada 13 – 29 Maret 2026 untuk mengoordinasikan seluruh moda transportasi. Pemerintah membatasi operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas, kecuali kendaraan pengangkut bahan pokok, BBM, dan kebutuhan penting lainnya, sesuai SKB lintas kementerian.
Kementerian Perhubungan bersama Korps Lalu Lintas Polri menerapkan rekayasa lalu lintas, termasuk contraflow, one way, dan ganjil genap di ruas tol rawan padat.
Saat Nyepi di Bali pada 19/2/2026, pemerintah menghentikan sementara penyeberangan menuju Pulau Bali. Pemerintah juga menyiapkan delaying system dan buffer zone untuk mencegah penumpukan kendaraan serta akan menginformasikan penutupan pelabuhan kepada masyarakat.
Pemerintah memberlakukan Work From Anywhere pada 16 – 17 Maret untuk arus mudik dan 25–26 Maret untuk arus balik guna mendistribusikan pergerakan masyarakat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersinergi dengan TNI dan Polri untuk memastikan angkutan Lebaran berjalan aman dan lancar. (*)






