BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Isu defisit anggaran sebesar Rp1,8 triliun dalam pembahasan Rancangan Awal RKPD 2027 memantik respons tegas dari Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman.
Dalam Forum Konsultasi Publik yang digelar di Aula Balai Kota, pada Kamis (19/2/2026), ia menawarkan dua langkah konkret yakni menutup kebocoran pajak dan mengoptimalkan potensi wisata mangrove di Balikpapan Barat.
Menurut Taufik, sektor pajak masih menyimpan potensi besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Komisi II, katanya, telah berkolaborasi dengan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Balikpapan melakukan tinjauan langsung ke lapangan guna memastikan kepatuhan pelaku usaha.
“Beberapa minggu terakhir kami bekerja keras menyosialisasikan perda pajak. Alhamdulillah, banyak pelaku usaha langsung membayar setelah kami turun ke lapangan,” ujarnya.
Ia menilai kebocoran pajak menjadi salah satu penyebab belum optimalnya PAD. Jika potensi tersebut digarap maksimal, Taufik optimistis defisit bisa ditekan. Ia juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap penerapan sejumlah perda di OPD, termasuk pajak parkir yang dinilai belum maksimal.
“Kalau kantong-kantong kecil ini dimaksimalkan, insyaallah kita tidak akan defisit,” tegasnya.
Tak hanya soal pajak, Taufik juga menyoroti ketimpangan prioritas pembangunan. Ia meminta agar RKPD 2027 tidak hanya berfokus pada kawasan utama seperti MT Haryono, tetapi juga memperhatikan Balikpapan Barat.







