BorneoFlash.com, JAKARTA – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan Kementerian Kehutanan mengidentifikasi 1,1 juta hektare lahan perhutanan sosial untuk pengembangan kopi, pala, dan kakao. Pemerintah menjalankan program ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan sekaligus mendukung swasembada pangan nasional.
Kementerian Kehutanan masih memetakan lokasi lahan dan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian agar pengembangan komoditas berjalan terintegrasi, produktif, dan tetap menjaga kelestarian hutan. Saat ini, total kawasan perhutanan sosial mencapai 8,3 juta hektare.
Raja Juli Antoni menegaskan pola agroforestri tidak hanya meningkatkan pendapatan warga, tetapi juga menjaga fungsi ekologis hutan. Namun, ia belum merinci lokasi lahan yang diidentifikasi.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp9,95 triliun untuk program pengembangan tanaman perkebunan nasional pada 2026 di lahan seluas 870 ribu hektare. Program ini mendukung hilirisasi komoditas sekaligus membantu menahan erosi serta mengurangi risiko longsor dan banjir. (*)







