GratisPol Setahun Berjalan, DPRD Ingatkan Janji Pendidikan Gratis Tak Boleh Setengah

oleh -
Penulis: Ernita Sriana
Editor: Ardiansyah
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana

BorneoFlash.com, KUKAR – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji sejak dilantik pada 20 Februari 2025, realisasi program pendidikan GratisPol kembali menjadi perhatian. 

 

Program yang dijanjikan mencakup pembiayaan pendidikan hingga jenjang S3 itu dinilai belum sepenuhnya menjawab ekspektasi publik.

 

Sejumlah mahasiswa mengaku belum menerima manfaat pembiayaan sebagaimana yang sebelumnya disampaikan. Situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi pelaksanaan serta kesiapan fiskal daerah dalam menopang program tersebut.

 

Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menegaskan pada dasarnya pihaknya mendukung kebijakan pendidikan gratis. Namun ia mengingatkan agar implementasi program tidak menyisakan tafsir yang berbeda dari makna “gratis” itu sendiri.

 

“Pada prinsipnya, jika kita berbicara tentang pendidikan gratis, maka seharusnya itu berlaku untuk semua,” ucap Yani.

 

Menurutnya, istilah gratis tidak boleh diterapkan secara parsial atau dengan pengecualian tertentu. Pendidikan, kata dia, merupakan hak dasar warga negara sehingga tidak semestinya dibatasi oleh latar belakang profesi, jabatan, maupun status sosial.

 

“Namanya gratis, ya gratis untuk semua. Tidak boleh ada pengecualian. Karena pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara,” tegasnya. 

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.