BorneoFlash.com, KUKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai melakukan penataan terhadap struktur kegiatan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Langkah ini difokuskan pada kegiatan dengan judul serupa yang selama ini terbagi dalam beberapa subkegiatan dan memunculkan komponen belanja berulang.
Penataan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas fiskal daerah sekaligus menyederhanakan proses administrasi pembangunan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengungkapkan bahwa dalam satu kegiatan kerap ditemukan pembiayaan dengan jenis yang sama.
“Di setiap kegiatan pasti ada empat pembiayaan yang sama berulang. Biaya itu di situ. Misalnya konsumsi rapat, perjalanan dinas, kemudian ATK. Padahal kegiatannya mungkin sama saja,” ucap Sunggono.
Menurutnya, pola tersebut membuat struktur anggaran menjadi kurang efisien karena substansi kegiatan tidak selalu berbeda, meskipun judul dan subkegiatannya terpisah.
Karena itu, pemerintah daerah mulai mengintegrasikan kegiatan serupa agar tidak lagi terjadi pengulangan komponen pembiayaan dalam beberapa sub.
Ia menambahkan, kebijakan ini tidak hanya menyasar belanja operasional seperti alat tulis kantor (ATK), konsumsi rapat, dan perjalanan dinas.
Jika memungkinkan, pendekatan yang sama juga dapat diterapkan pada sektor infrastruktur, termasuk kegiatan pembangunan jalan dengan judul serupa yang tersebar dalam beberapa sub.
Dengan konsolidasi tersebut, Pemkab Kukar berharap penggunaan APBD menjadi lebih terarah dan tidak lagi terbebani oleh belanja yang sifatnya berulang.





