BorneoFlash.com, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai kehadiran Indonesia dalam sidang perdana Board of Peace (BoP) sebagai momentum strategis untuk memperkuat representasi negara berkembang dalam menjaga stabilitas perdamaian dunia.
Dave menegaskan Indonesia harus terus menyuarakan keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk hak bangsa Palestina. Ia memandang belum bergabungnya otoritas Palestina sebagai bagian dari proses yang masih berlangsung.
“Keikutsertaan Indonesia merupakan kontribusi nyata dalam membangun tata kelola perdamaian yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Dave di Jakarta, Selasa.
Ia menambahkan, forum perdamaian menjadi lebih bermakna jika membuka ruang dialog konstruktif bagi semua pihak. Karena itu, BoP diharapkan benar-benar mewakili aspirasi perdamaian global.
Dave juga menilai kehadiran Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat untuk menghadiri sidang perdana BoP sebagai langkah penting yang mencerminkan komitmen Indonesia terhadap arsitektur perdamaian global.
“Kehadiran ini menegaskan peran aktif Indonesia yang mengedepankan diplomasi, dialog, dan solusi damai,” katanya.
Dave memastikan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menjalankan fungsi pengawasan agar partisipasi Indonesia dalam BoP memberi manfaat strategis bagi kepentingan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pelopor perdamaian dunia. (*)







