BorneoFlash.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memanggil para menteri ekonomi ke Hambalang, Minggu sore, untuk merumuskan strategi menghadapi perundingan dengan Amerika Serikat. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan Presiden menekankan agar setiap posisi Indonesia memberi manfaat optimal bagi kepentingan nasional dan menghasilkan keuntungan nyata.
Presiden meminta perundingan mendorong produktivitas industri dalam negeri, memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, serta berdampak jangka panjang. Ia juga mengarahkan para menteri menyusun langkah cepat, terukur, dan efektif bagi pertumbuhan ekonomi.
Pertemuan dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Presiden dijadwalkan berkunjung ke AS pada 19/2/2026 untuk menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) bersama Presiden Donald Trump serta menghadiri pertemuan perdana Board of Peace.
Airlangga menyatakan rincian tarif masih menunggu finalisasi, namun tarif ekspor Indonesia ke AS turun dari 32 persen menjadi 19 persen. Pemerintah meminta publik menunggu hingga proses perundingan rampung. (*)







