BorneoFlash.com, SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengambil langkah cepat menyusul dugaan keracunan yang dialami puluhan pelajar di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut untuk sementara waktu dihentikan sambil menunggu hasil uji laboratorium.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin, menyatakan bahwa kebijakan tersebut ditempuh sebagai bentuk kewaspadaan.
“Sebagai langkah kehati-hatian, kami memutuskan untuk menghentikan sementara operasional dapur yang diduga berkaitan dengan insiden ini hingga hasil pemeriksaan laboratorium diumumkan secara resmi,” ujarnya, pada Jumat (13/2/2026).
Berdasarkan laporan lapangan, sebanyak 25 siswa dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas mengalami keluhan berupa mual berat dan muntah tidak lama setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Kesehatan Kaltim segera berkoordinasi dengan perwakilan Badan Gizi Nasional di daerah untuk melakukan penyelidikan epidemiologi secara komprehensif.
Langkah ini dilakukan guna mengidentifikasi sumber permasalahan serta memastikan tidak terjadi kasus serupa di kemudian hari.





