BorneoFlash.com, KUKAR – Setiap menjelang Ramadan, pola yang sama hampir selalu terulang: permintaan naik, harga ikut merangkak.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) tak ingin siklus tahunan ini berubah menjadi lonjakan tak terkendali.
Sejumlah komoditas strategis mulai dipetakan sebagai titik rawan. Bawang, cabai, hingga kebutuhan pokok lain yang masih bergantung pada pasokan luar daerah masuk dalam radar pengawasan.
Distribusi yang tersendat terutama akibat faktor cuaca dan gelombang laut dinilai bisa menjadi pemicu kenaikan harga di tingkat pasar.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyebut langkah antisipatif telah dijalankan melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dengan melibatkan Bank Indonesia.
“Kami terus melakukan proses mitigasi terhadap komoditas atau bapok yang berpotensi mengalami kendala, termasuk pemantauan secara berkala bersama Bank Indonesia,” ungkap Aulia, pada Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, kestabilan harga di Kukar tidak berdiri sendiri. Rantai pasok dari wilayah produsen menjadi faktor penentu.







