BorneoFlash.com, SAMARINDA – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji menilai pengaktifan kembali ribuan sumur minyak tua yang saat ini tidak beroperasi di wilayah Kaltim memiliki peluang besar untuk mendongkrak produksi migas nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan peningkatan pendapatan daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Seno Aji saat membuka kegiatan Sosialisasi Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 14 Tahun 2025 yang digelar di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, pada Selasa (10/2/2025).
Menurut Seno, kehadiran regulasi baru ini menjadi landasan penting dalam memberikan kepastian hukum terkait pengelolaan lifting minyak dan gas bumi, khususnya dalam pemanfaatan sumur-sumur tua yang selama ini belum dimaksimalkan secara optimal.
Ia menyebutkan bahwa Kalimantan Timur memiliki jumlah sumur migas tidak aktif yang cukup besar dan berpotensi untuk direaktivasi.
“Apabila sumur-sumur tersebut dapat dioperasikan kembali, maka kontribusinya terhadap peningkatan lifting minyak nasional akan signifikan. Saat ini produksi minyak Indonesia berada di kisaran 600 ribu barel per hari. Tambahan sekitar 100 hingga 150 barel per hari dari reaktivasi sumur tua akan memberikan dampak yang sangat berarti,” ujar Seno Aji.
Ia menjelaskan, peningkatan lifting migas tidak hanya berkaitan dengan penguatan ketahanan energi nasional, tetapi juga berimplikasi langsung terhadap perputaran ekonomi di daerah.







