“Dukungan pimpinan daerah, mulai dari wali kota hingga wakil wali kota, sangat luar biasa. Setiap kegiatan Pramuka selalu mendapat support penuh,” tambahnya.
Menurut Muhaimin, predikat Pramuka Garuda bukan sekadar simbol prestasi, melainkan hasil dari proses panjang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan keterampilan hidup.
“Adik-adik dilatih keterampilan, keahlian, dan kemampuan berkomunikasi. Harapannya, ketika terjun ke masyarakat mereka menjadi pribadi yang siap pakai dan bermanfaat,” tegasnya.
Momentum pelantikan 129 Pramuka Garuda ini sekaligus menjadi penegasan komitmen Balikpapan dalam membangun sumber daya manusia yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan, sejalan dengan semangat Hari Jadi ke-129 Kota Balikpapan.
Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Upacara Gelar Senja Istimewa yang dipimpin Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo. Upacara tersebut diikuti ratusan anggota Pramuka dari tingkat SD hingga SMA dan berlangsung khidmat.
Bagus Susetyo menilai kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari pendidikan karakter yang konsisten dijalankan di Kota Balikpapan.

“Ini memang istimewa karena bertepatan dengan HUT ke-129 Kota Balikpapan. Namun yang luar biasa, setiap tanggal 14 selalu dilaksanakan upacara senja. Anak-anak dari tingkat SD hingga SMA hadir dengan penuh semangat,” ujarnya.
Ia menyebut Gerakan Pramuka sebagai metode pendidikan karakter yang efektif dan aplikatif, terutama melalui pengamalan Dasa Darma Pramuka yang berisi sepuluh nilai moral, mulai dari ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, cinta alam dan sesama, disiplin, tanggung jawab, hingga kesucian dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.
“Pramuka adalah pendidikan karakter yang paling mudah dan mendidik. Anak-anak kita diajarkan untuk pantang putus asa sesuai nilai Dasa Darma. Pemerintah Kota sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini,” katanya. (*)





