Gedung Pandurata RSUD AWS Ditargetkan Mulai Beroperasi Juni 2026

oleh -
Penulis: Nur Ainunnisa
Editor: Ardiansyah
Komisi IV DPRD Kaltim Meninjau langsung Gedung Pandurata yang berada di lingkungan RSUD AWS, pada Senin (9/2/2026). Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Komisi IV DPRD Kaltim Meninjau langsung Gedung Pandurata yang berada di lingkungan RSUD AWS, pada Senin (9/2/2026). Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan kunjungan kerja ke Gedung Pandurata yang berada di lingkungan RSUD Abdul Wahab Syahranie (AWS), Jalan Anggur, Samarinda, pada Senin (9/2/2026).

 

Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau secara langsung perkembangan pembangunan sekaligus kesiapan gedung yang direncanakan menjadi fasilitas rawat inap baru RSUD AWS.

 

Dalam agenda peninjauan itu, Komisi IV menyampaikan sejumlah catatan dan evaluasi, di antaranya terkait akses jalan masuk, ketersediaan dan penataan tempat tidur pasien, ukuran pintu, luas ruang perawatan, hingga aspek konstruksi bangunan.

 

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba, menyampaikan bahwa fokus utama pihaknya adalah memastikan Gedung Pandurata dapat segera difungsikan untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

 

“Berdasarkan penjelasan Direktur RSUD AWS, diharapkan gedung ini sudah dapat mulai digunakan pada bulan Juni mendatang,” ujar Baba.

 

Ia menuturkan, Gedung Pandurata dirancang untuk menampung sekitar 540 unit tempat tidur yang selama ini berada di gedung lama RSUD AWS, yang kerap terdampak banjir. 

 

Pemindahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan mutu pelayanan serta memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi pasien.

 

Meskipun secara fisik bangunan hampir rampung, Baba mengungkapkan masih terdapat persoalan pada pemenuhan sarana dan prasarana penunjang, khususnya peralatan medis.

 

Dalam perencanaan awal, kebutuhan anggaran untuk pengadaan peralatan diperkirakan mencapai sekitar Rp200 miliar.

 

“Pada tahun ini akan dilakukan proses lelang untuk pengadaan peralatan dengan alokasi anggaran sekitar Rp150 miliar. Namun, secara keseluruhan masih terdapat kekurangan anggaran yang nilainya diperkirakan melebihi Rp200 miliar,” jelasnya.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.