IPPRISIA Kaltim Kunjungi Sekolah Rakyat 57, Siapkan Pendampingan Belajar hingga Wirausaha

oleh -
Editor: Ardiansyah
Ikatan Penata Persona Indonesia (IPPRISIA) Kalimantan Timur melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 57 Samarinda, pada Rabu (4/2/2026). Foto: IST/SMSI Kaltim
Ikatan Penata Persona Indonesia (IPPRISIA) Kalimantan Timur melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 57 Samarinda, pada Rabu (4/2/2026). Foto: IST/SMSI Kaltim

Pendampingan ini menitikberatkan pada kesiapan mental pendidik, penguatan resiliensi, serta kesadaran penuh dalam mendidik anak-anak. Metode yang digunakan menggabungkan pembelajaran, pelatihan, dan permainan edukatif agar proses pendidikan berlangsung lebih menyenangkan dan bermakna.

 

Selain pendampingan mental dan karakter, IPPRISIA Kalimantan Timur juga menyiapkan program pendampingan kewirausahaan sebagai bekal masa depan bagi siswa maupun guru. 

 

Pendampingan ini bertujuan menumbuhkan jiwa usaha, kemandirian, serta keterampilan dasar berwirausaha yang aplikatif. Taufiq, selaku pendamping UMKM IPPRISIA Kalimantan Timur, menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan dan pendampingan secara berkelanjutan.

 

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Perlindungan Anak DP2PA Kota Samarinda, Sahidin, serta Kepala UPTD PPA Kota Samarinda, Ibu Violeta. Hadir pula perwakilan Unit PPA Polresta Samarinda, Okky, yang menyampaikan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dalam mendukung keberadaan dan keberlanjutan Sekolah Rakyat, khususnya dalam aspek perlindungan anak dan penciptaan lingkungan pendidikan yang aman.

 

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 57 Samarinda, Pahrijal, S.Pd, menyambut baik kunjungan dan program yang ditawarkan IPPRISIA Kalimantan Timur. Ia menyatakan pihak sekolah akan menindaklanjuti inisiatif tersebut melalui kerja sama program yang saling mendukung, terutama dalam penguatan kapasitas pendidik, pendampingan murid, serta pembentukan karakter dan kemandirian anak.

 

Sekolah Rakyat Terintegrasi 57 Samarinda mulai beroperasi pada September 2025 dan diresmikan sebagai bagian dari 166 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia pada Januari 2026. 

 

Dengan konsep sekolah berasrama gratis yang didukung tujuh gedung, fasilitas laboratorium, serta perangkat pembelajaran berbasis teknologi, sekolah ini diharapkan mampu memberikan pendidikan berkualitas setara sekolah unggulan sekaligus memutus mata rantai kemiskinan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. (*/BorneoFlash/SMSI/ESF)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.