BorneoFlash.com, JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyiapkan program prioritas untuk memperkuat perdagangan nasional di tengah tantangan global. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan program tersebut berfokus pada penguatan pasar domestik dan perluasan pasar internasional.
Kemendag meningkatkan daya saing produk lokal agar mendominasi pasar dalam negeri dan menekan produk impor. Kemendag juga memfasilitasi UMKM menembus ritel modern melalui penjajakan bisnis. Saat ini, sekitar 80 persen produk di ritel modern berasal dari UMKM, yang menunjukkan daya saing produk dalam negeri semakin kuat.
Kemendag mendorong konsumsi produk lokal melalui program belanja nasional. Sepanjang 2025, EPIC Sale mencatat transaksi hampir Rp55 triliun, Harbolnas Rp36,4 triliun, dan BINA Great Sale Indonesia 2025 sebesar Rp31 triliun.
Di sektor perdagangan luar negeri, Kemendag memperluas akses pasar dengan menuntaskan lima perjanjian dagang sepanjang 2025. Hingga kini, Indonesia telah mengimplementasikan 20 perjanjian dagang, dengan 15 perjanjian dalam proses ratifikasi dan 11 perjanjian masih dalam tahap perundingan.
Kemendag memperkuat ekspor UMKM melalui dukungan 46 perwakilan dagang di 33 negara. Sepanjang 2025, Program BISA Ekspor memfasilitasi 1.217 pelaku usaha melalui kegiatan business matching dengan nilai transaksi mencapai 134,87 juta dolar AS. (*)







