Pemilihan UP2K dan UMKM Digital sebagai program tematik didasari oleh banyaknya ibu-ibu di Gunung Samarinda yang telah memiliki usaha rumahan.
Selain meningkatkan perekonomian keluarga, program ini juga diharapkan mampu menambah pendapatan operasional PKK.
Sarjoko mengakui, tantangan utama dalam pengembangan UMKM digital adalah ketatnya persaingan di pasar daring. Karena itu, ia berharap pelatihan UMKM dapat segera direalisasikan.
“Kami berharap ada pelatihan UMKM agar pelaku usaha bisa lebih siap bersaing, karena sampai sekarang memang belum ada pelatihan khusus,” ujarnya.
Ke depan, selain dipasarkan melalui media sosial, produk-produk UMKM tersebut juga akan dipasarkan di ritel-ritel yang ada di wilayah Gunung Samarinda.
Bahkan, produk lokal tersebut direncanakan akan ditampilkan dalam berbagai kegiatan dan acara besar, termasuk peringatan Hari Ulang Tahun Kota Balikpapan.
“Kami ingin pelaku usaha rumah tangga ini bisa berjualan secara lebih profesional dan efisien, sehingga mampu meningkatkan pendapatan ibu-ibu PKK,” pungkas Sarjoko.
Di Kesempatan berbeda, Camat Balikpapan Utara, Umar Adi mengapresiasi inovasi yang diluncurkan Kelurahan Gunung Samarinda dengan menghadirkan Kampung UP2K dan UMKM Digital sebagai wadah promosi berbagai produk unggulan masyarakat.
Umar Adi menegaskan, program tematik tersebut dirancang saling terintegrasi dalam konsep Kelurahan Madani, yakni kelurahan yang Mandiri, Adaptif, dan Inovatif, sekaligus mensinergikan program Pemerintah Kota Balikpapan dengan 10 Program Pokok PKK.
“Kami berharap program tematik ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar dijalankan secara konsisten dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (*)







