Sementara itu, Direktur Lembaga Sertifikasi Pariwisata Jana Dharma Indonesia, Hairullah Gazali, menegaskan bahwa sertifikasi merupakan syarat penting untuk meningkatkan profesionalisme pemandu wisata, terutama di sektor pariwisata berbasis alam dan lingkungan.
“Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah kompeten. Kompetensi adalah bekal utama. Sesuai peraturan perundang-undangan, pemandu wisata wajib memiliki sertifikasi. Sertifikat ini berlaku selama tiga tahun, sehingga kompetensi harus terus diasah dan dikembangkan, khususnya dalam sektor ekowisata,” jelasnya.
Melalui program ini, Otorita IKN juga mendukung pengembangan berbagai destinasi unggulan di kawasan Nusantara, seperti Gunung Parung, Air Terjun Tembinus, kawasan KIPP Nusantara, serta sejumlah lokasi potensial lainnya. Dukungan tersebut diwujudkan dengan menyiapkan pemandu wisata yang andal dan berdaya saing.
Wakil Kepala SKB BI, Dhony Iwan Kristanto, menyambut positif langkah Otorita IKN dalam menyiapkan sumber daya manusia pariwisata yang profesional. Ia menyoroti pesatnya perkembangan Nusantara dan lonjakan jumlah pengunjung, khususnya pada momen Natal dan Tahun Baru.

“Saat pertama kali saya datang ke Ibu Kota Nusantara, saya benar-benar takjub. Ini kota yang dibangun oleh anak bangsa dengan karakter Indonesia. Pada periode Nataru lalu, tercatat sekitar 270 ribu masyarakat berkunjung ke IKN. Ke depan, jumlah ini tentu akan terus meningkat,” ungkapnya.
Melalui sertifikasi pemandu ekowisata ini, Otorita IKN menegaskan komitmennya menghadirkan layanan pariwisata yang profesional, berkelanjutan, dan inklusif. Masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Nusantara secara berkelanjutan. (*/Humas Otorita IKN)







