Board of Peace dalam Perspektif Islam dan Kemanusiaan

oleh -
Editor: Ardiansyah
Board of Peace. Foto: IST/WEF/cdn.democracywithoutborders
Board of Peace. Foto: IST/WEF/cdn.democracywithoutborders

John Rawls (teori Keadilan) menekankan keadilan sebagai fairness. Sistem damai harus melindungi pihak yang paling rentan. Artinya, perdamaian Palestina harus memperhatikan kebutuhan masyarakat sipil, bukan hanya kepentingan elite politik.

 

Kedua perspektif sepakat bahwa:

  1. Martabat manusia harus dihormati
  2. Penindasan bertentangan dengan nilai moral
  3. Dialog lebih utama daripada kekerasan
  4. Perdamaian harus adil, bukan sepihak

 

Jadi, Board of Peace Palestina idealnya adalah sistem yang menjamin keamanan, keadilan, dan hak hidup bermartabat bagi semua masyarakat sipil, dengan pendekatan dialog, hukum, dan kemanusiaan.

 

Dari perspektif Islam, perdamaian adalah kewajiban moral yang harus dibangun di atas keadilan. Dari perspektif humanisme, perdamaian berarti pemulihan martabat dan hak dasar manusia.

 

Teori para ahli menegaskan bahwa perdamaian sejati harus mengatasi akar konflik, bukan hanya menghentikan kekerasan.

 

Artinya, perdamaian Palestina yang berkelanjutan hanya mungkin jika nilai agama dan kemanusiaan berjalan searah: menghargai manusia, menolak penindasan, dan mengutamakan dialog serta keadilan. (*)

Nama Penulis: Agus Priyono Marzuki S.Pd
Profesi: Guru
No WhatsApp: 085792185490
Email: agus16priyono.marzuki@gmail.com

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.