BorneoFlash.com, JAKARTA – Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih mendesak dibanding penciptaan lapangan kerja, meski keduanya sama-sama penting bagi pembangunan nasional.
Ia menegaskan pemenuhan kebutuhan dasar, terutama pangan dan gizi, tidak dapat ditunda, khususnya bagi masyarakat di wilayah pelosok yang masih mengalami kelaparan.
Rachmat menyampaikan bahwa kebijakan jangka panjang seperti penciptaan lapangan kerja tidak akan efektif jika kebutuhan dasar belum terpenuhi.
Karena itu, ia menilai program MBG menjadi fondasi penting pembangunan sumber daya manusia sebelum kebijakan lain memberikan dampak berkelanjutan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti program MBG dalam WEF Annual Meeting 2026 di Davos. Prabowo menyebut MBG berpotensi melampaui capaian McDonald’s dalam jumlah porsi makanan harian dan menargetkan penyaluran 82,9 juta porsi per hari.
Saat ini, program MBG memproduksi 59,8 juta porsi makanan per hari melalui lebih dari 21 ribu dapur di seluruh Indonesia. (*)





