BorneoFlash.com, KUKAR – Isu keamanan jembatan kembali menjadi sorotan setelah warga melaporkan adanya perubahan kontur pada jalur masuk salah satu jembatan di Tenggarong.
Meski belum disimpulkan sebagai kerusakan struktural, indikasi tersebut dinilai cukup serius untuk segera ditindaklanjuti.
Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menilai pengawasan infrastruktur vital tidak boleh dilakukan secara normatif.
Pemerintah daerah, kata dia, harus menjadikan evaluasi teknis jembatan sebagai agenda berkelanjutan demi mencegah risiko yang lebih besar.
Menurutnya, jembatan memiliki tingkat kerentanan tinggi apabila pengawasan longgar. Perubahan elevasi, pergeseran struktur, hingga getaran yang tidak lazim merupakan tanda awal yang wajib dikaji secara teknis, bukan diabaikan.
“Kalau sudah ada sinyal, jangan menunggu kejadian. Pengawasan itu harus mendahului risiko, bukan sebaliknya,” ucap Ahmad Yani, pada Jumat (30/1/2026).







