BorneoFlash.com, JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengimbau masyarakat untuk tidak mencoba “gas tertawa” atau Whip Pink yang ramai di media sosial dan diduga terkait kematian seorang selebgram.
Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menegaskan gas tersebut mengandung Dinitrogen Oksida (N₂O) yang bukan untuk konsumsi rekreasi. Meski memberi efek euforia singkat, N₂O berisiko fatal dan dapat menimbulkan kerusakan permanen.
Suyudi menjelaskan penyalahgunaan N₂O dapat menyebabkan kekurangan oksigen, kerusakan saraf, defisiensi vitamin B12, hingga kematian akibat hipoksia. Karena itu, BNN mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyalahgunaan N₂O, seperti penggunaan tabung kecil, cartridge, atau balon hisap.
BNN juga meminta orang tua mengawasi pergaulan anak dan remaja serta melaporkan peredaran ilegal N₂O melalui layanan 184 atau kepolisian. Jika ada anggota keluarga yang terlibat, masyarakat dapat mengakses layanan konseling dan rehabilitasi BNN yang gratis dan rahasia.
BNN menegaskan akan terus memperkuat pencegahan, penegakan hukum, dan rehabilitasi demi melindungi masyarakat dari penyalahgunaan zat adiktif. (*)







