Indonesia-Inggris Luncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi di London

oleh -
Penulis: Wahyuddin Nurhidayat
Editor: Ardiansyah
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto (dua kiri) dan Menteri Koordinator untuk Bisnis dan Perdagangan Inggris Peter Kyle (dua kanan) menandatangani Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia-Inggris di London, Inggris, Senin (19/1/2026), didampingi oleh Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Britania Raya merangkap Irlandia dan Organisasi Maritim Internasional Desra Percaya (kiri), dan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey (kanan). FOTO : ANTARA/HO-Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto (dua kiri) dan Menteri Koordinator untuk Bisnis dan Perdagangan Inggris Peter Kyle (dua kanan) menandatangani Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia-Inggris di London, Inggris, Senin (19/1/2026), didampingi oleh Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Britania Raya merangkap Irlandia dan Organisasi Maritim Internasional Desra Percaya (kiri), dan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey (kanan). FOTO : ANTARA/HO-Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia.

BorneoFlash.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia dan Inggris meluncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi di London pada Senin (19/1/2026). Kemitraan ini memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara di sektor strategis.

 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Bisnis dan Perdagangan Inggris Peter Kyle menandatangani kesepakatan tersebut, bertepatan dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris.

 

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menyebut kemitraan ini sebagai langkah bersejarah. Ia menjelaskan kesepakatan mencakup energi bersih, ekonomi digital, infrastruktur, transportasi, pendidikan, dan layanan kesehatan. Jermey juga menekankan bahwa kedua negara akan mengatasi hambatan non-tarif, mendukung ekspor, serta mendorong investasi dua arah.

 

Airlangga dan sejumlah pejabat mendampingi Presiden Prabowo di London. Presiden Prabowo tiba pada Minggu (18/1/2026) malam dan akan bertemu Perdana Menteri Inggris Keir Starmer serta Raja Charles III.

 

Jermey menambahkan, kedua negara akan menyepakati kemitraan strategis saat Prabowo bertemu Starmer, yang mencakup pertahanan dan keamanan, pertumbuhan ekonomi, perubahan iklim, energi, dan lingkungan. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.