BorneoFlash.com, SAMARINDA – Persoalan kekurangan tenaga kesehatan kembali mencuat di Kalimantan Timur. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, menyampaikan bahwa hingga saat ini provinsi tersebut masih mengalami kekurangan sekitar 4.000 tenaga medis.
Kondisi tersebut dinilai berpengaruh signifikan terhadap mutu pelayanan kesehatan dasar di berbagai wilayah.
Minimnya jumlah tenaga kesehatan menyebabkan sejumlah fasilitas layanan kesehatan, khususnya di daerah pedalaman serta wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), belum mampu beroperasi secara maksimal.
Dampaknya, masyarakat di wilayah tersebut kerap harus menempuh jarak yang cukup jauh menuju pusat kabupaten atau kota untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar.
“Situasi ini berdampak langsung pada masyarakat. Masih terdapat daerah yang belum memperoleh pelayanan kesehatan sebagaimana mestinya,” ungkap Andi Satya, pada Jumat (16/1/2026).
Sebagai langkah menghadapi keterbatasan sumber daya manusia, ia menilai pemanfaatan layanan telemedicine perlu diperluas.
Menurutnya, peningkatan kualitas jaringan internet dapat menjadi peluang untuk menghadirkan layanan konsultasi medis jarak jauh tanpa kehadiran fisik dokter di lokasi.
“Pemanfaatan teknologi memungkinkan pelayanan kesehatan diberikan secara waktu nyata dan dapat membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses terhadap tenaga medis,” jelasnya.







