Dishub Samarinda Gunakan Parkir Progresif untuk Kurangi Dominasi Kendaraan Pribadi

oleh -
Penulis: Nur Ainunnisa
Editor: Ardiansyah
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai menerapkan sistem parkir progresif di kawasan Pasar Pagi sebagai tahap awal pengendalian lalu lintas di pusat aktivitas ekonomi. 

 

Kebijakan ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi sekaligus menguji efektivitas pengaturan parkir dalam menekan kepadatan lalu lintas.

 

Penerapan tarif parkir berjenjang yang mulai berlaku sejak Rabu (7/1/2026) lalu tersebut mencatat respons cepat dari masyarakat. Hingga pertengahan hari pelaksanaan, retribusi parkir yang terkumpul mencapai sekitar Rp600.000. Namun, capaian tersebut tidak dijadikan tolok ukur utama keberhasilan kebijakan.

 

Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menegaskan bahwa skema parkir progresif tidak dimaksudkan sebagai instrumen peningkatan pendapatan daerah. Menurutnya, fokus utama kebijakan ini adalah mendorong perubahan pola mobilitas warga kota.

 

“Capaian retribusi tersebut belum mencerminkan hasil maksimal, namun sejak awal hal itu memang bukan tujuan utama kebijakan ini,” ujarnya, pada Sabtu (10/1/2026).

 

Ia menjelaskan bahwa persoalan kemacetan di Samarinda tidak dapat diselesaikan hanya dengan pelebaran jalan. Selama dominasi kendaraan pribadi masih tinggi, kapasitas jalan akan terus terbebani.

 

“Penanganan kemacetan harus diarahkan pada penguatan transportasi publik, bukan dengan menambah jumlah kendaraan pribadi di jalan,” tegasnya.

 

Untuk menggambarkan efisiensi ruang jalan, Manalu memaparkan perbandingan penggunaan ruang antara angkutan umum dan kendaraan pribadi. Sebuah bus kecil atau bus sedang yang mengangkut sekitar 40 penumpang hanya memerlukan kurang lebih 22,5 meter persegi ruang jalan. 

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.