Desain Terbuka Pasar Pagi Disorot Usai Air Hujan Masuk ke Area Kios

oleh -
Penulis: Nur Ainunnisa
Editor: Ardiansyah
Aktivitas lapak konveksi di Lantai 7 Pasar Pagi Samarinda yang terdampak tempias hujan. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Aktivitas lapak konveksi di Lantai 7 Pasar Pagi Samarinda yang terdampak tempias hujan. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA — Persoalan tempias air hujan di bangunan baru Pasar Pagi Samarinda kembali menjadi perhatian para pedagang. 

 

Kondisi tersebut terjadi saat hujan lebat disertai angin kencang melanda kawasan pasar pada Sabtu (3/1/2026), sehingga air hujan terdorong masuk ke sejumlah kios di beberapa lantai, termasuk area grosir tekstil di lantai tujuh.

 

Situasi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha, mengingat Pasar Pagi saat ini tengah memasuki tahap akhir persiapan menjelang peresmian. 

 

Risiko kerusakan barang dagangan dinilai masih terbuka apabila kejadian serupa kembali terulang saat pasar beroperasi penuh.

 

Salah seorang pedagang grosir konveksi, Mashuda, mengungkapkan bahwa ia berada di lokasi lebih awal ketika hujan mulai turun deras. Dari pengamatannya, dorongan angin yang kuat menyebabkan air hujan masuk cukup jauh ke area kios.

 

“Saat itu saya sudah membuka lapak, sementara pedagang lain belum datang. Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dan angin cukup kencang, air hujan terdorong masuk hingga beberapa pintu kios,” ujar Mashuda, pada Kamis (8/1/2026).

 

Ia menjelaskan, penutupan rolling door dilakukan dengan cepat sehingga barang dagangan tidak sampai terkena air. Namun menurutnya, kondisi tersebut tetap berpotensi menimbulkan kerugian apabila terjadi dalam durasi yang lebih lama.

 

“Untuk saat ini barang masih aman. Namun apabila hujan berlangsung lama dan volume air meningkat, saluran pembuangan bisa tidak mampu menampung. Jika pasar sudah ramai transaksi, situasi seperti itu tentu akan merugikan pedagang,” jelasnya.

 

Keluhan serupa juga disampaikan pedagang lain melalui grup komunikasi internal, yang kemudian diteruskan kepada Dinas Perdagangan untuk ditindaklanjuti bersama instansi teknis terkait.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.