Arifah Fauzi: Pengawasan Orang Tua Kunci Cegah Anak Jadi Pelaku Kekerasan

oleh -
Penulis: Wahyuddin Nurhidayat
Editor: Ardiansyah
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi. FOTO : ANTARA/HO-KemenPPPA
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi. FOTO : ANTARA/HO-KemenPPPA

BorneoFlash.com, JAKARTA – Menteri PPPA Arifah Fauzi menekankan orang tua harus mengawasi anak saat menggunakan gawai, media sosial, dan permainan daring untuk mencegah kekerasan, baik sebagai pelaku maupun korban.

 

Arifah menjelaskan konten kekerasan dapat memengaruhi psikologis anak jika orang tua kurang melakukan pengawasan. Ia menyampaikan pernyataan ini di Jakarta, Jumat, menanggapi kasus anak yang menganiaya ibunya hingga tewas di Medan, Sumatera Utara.

 

Ia juga menekankan ayah dan ibu harus membentuk karakter dan kemampuan pengendalian emosi anak melalui pengasuhan penuh kasih sayang serta komunikasi yang baik dalam keluarga.

 

Arifah mengingatkan masyarakat agar tidak memberi stigma negatif pada anak yang berhadapan dengan kasus kekerasan karena anak juga menjadi korban pengasuhan yang tidak layak.

 

Kementerian PPPA melibatkan UPTD PPA Sumatera Utara, Polrestabes Medan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Provinsi Sumatera Utara, Dinas P3APMPPKB Kota Medan, Dinas Sosial, Balai Pemasyarakatan, Dinas Pendidikan, serta psikolog untuk mendampingi kasus sejak awal.

 

Arifah menegaskan proses penanganan anak mengutamakan kepentingan terbaiknya. Kementerian PPPA konsisten mendampingi dan berkoordinasi lintas sektor dengan kepolisian, pemerintah daerah, dan unit layanan terkait, memastikan proses hukum sesuai UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Ia memastikan negara memenuhi hak anak secara hukum, psikologis, sosial, dan pendidikan. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.