Dalam sambutannya, Rahmad Mas’ud juga mengutip Al-Qur’an Surat Al-Hasyr ayat 18 yang mengingatkan umat beriman untuk senantiasa bertakwa kepada Allah dan memperhatikan setiap perbuatan sebagai bekal hari esok.
Ia menekankan pentingnya mengisi sisa usia dengan upaya memperbaiki diri, mencari keberkahan dalam setiap tindakan, serta memberikan yang terbaik bagi keluarga dan masyarakat.
“Kita hendaknya tidak sibuk mencari kesalahan orang lain atau mengejar kesenangan duniawi yang tidak ada habisnya,” tegasnya.
Terkait musibah yang menimpa saudara-saudara di Sumatera, Rahmad Mas’ud menyampaikan bahwa bencana tersebut tidak hanya menjadi ujian bagi daerah terdampak, tetapi juga merupakan teguran bagi seluruh bangsa Indonesia agar lebih peduli dan saling mengingatkan.
Ia berharap momentum doa bersama ini dapat menjadi titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan penuh kepedulian.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Balikpapan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Badan Pengelola Masjid Madinatul Iman BIC serta seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan dzikir dan doa untuk negeri.
“Semoga setiap lafaz dzikir, untaian doa, dan tetes air mata yang terlantun dicatat sebagai amal kebaikan serta menjadi wasilah turunnya rahmat dan keberkahan bagi Kota Balikpapan dan Indonesia,” tutupnya.
Pelaksanaan kegiatan dihadiri Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo; Sekda Balikpapan, Agus Budi Prasetyo; Pejabat di lingkungan Pemkot Balikpapan serta stakeholder terkait lainnya. (*)





