BorneoFlash.com, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) terus menyalurkan pasokan energi ke wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, termasuk daerah yang sempat mengalami gangguan akses transportasi. Untuk menjaga ketersediaan energi, Pertamina menyalurkan BBM dan LPG melalui jalur udara menggunakan helikopter dan pesawat.
Seiring membaiknya akses darat dalam beberapa hari terakhir, Pertamina mulai mengalirkan BBM dan LPG secara bertahap menggunakan mobil tangki ke wilayah yang sebelumnya terisolasi, seperti Takengon, Bener Meriah, dan Aceh Tengah. Bahlil menyampaikan seluruh SPBU di Aceh Tamiang yang sempat berhenti beroperasi kini telah kembali melayani masyarakat secara normal.
Untuk mengoptimalkan pelayanan, Bahlil meminta PT Pertamina Patra Niaga mengoperasikan SPBU selama 24 jam di wilayah terdampak bencana, sebagaimana yang telah diterapkan di sejumlah daerah bencana lainnya di Sumatera.
Dalam kunjungan kerja pengamanan pasokan energi menjelang Tahun Baru 2026, Bahlil juga memastikan ketersediaan BBM dan LPG nasional berada dalam kondisi aman. Ia menegaskan pasokan berbagai jenis BBM, mulai dari solar, gasoline RON 90, RON 92, hingga Pertamax Turbo, serta stok LPG nasional berada di atas rata-rata normal. Dengan kondisi tersebut, Bahlil memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi selama periode Natal dan Tahun Baru. (*)






