“Saya meyakini, kader-kader Ansor yang lahir dari proses kaderisasi yang baik akan menjadi agen perubahan, tidak hanya di lingkungannya masing-masing, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” katanya.
Kepada para peserta DTD, Bagus berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh keikhlasan.
Menurutnya, DTD harus dimaknai sebagai proses pembentukan jati diri, penguatan integritas, serta komitmen untuk berkhidmat kepada umat, bangsa, dan negara.

Bagus menegaskan komitmen Pemerintah Kota Balikpapan untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen kepemudaan, termasuk GP Ansor.
“Kolaborasi ini penting dalam mewujudkan Balikpapan yang maju, inklusif, aman, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)





