Kemenag Luncurkan Masjid Ramah Pemudik, Wujud Nyata Toleransi di Musim Nataru

oleh -
Penulis: Wahyuddin Nurhidayat
Editor: Ardiansyah
Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad saat peluncuran program Masjid Ramah Pemudik di Masjid Jami’ An Nur, Karawang, Jawa Barat. FOTO : ANTARA/HO-Kemenag
Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad saat peluncuran program Masjid Ramah Pemudik di Masjid Jami’ An Nur, Karawang, Jawa Barat. FOTO : ANTARA/HO-Kemenag

BorneoFlash.com, JAKARTAKementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Program Masjid Ramah Pemudik di Masjid Jami’ An Nur, Karawang, Jawa Barat, untuk mendukung kelancaran mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

 

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan program ini menjadi wujud nyata toleransi beragama yang hadir dalam praktik. Ia menyatakan masjid terbuka bagi siapa pun dan berperan sebagai tempat istirahat yang aman bagi pemudik.

 

Pada Nataru 2025–2026, Kemenag menyiapkan 6.919 masjid untuk melayani pemudik dan musafir. Menag mengimbau pengelola masjid meningkatkan pelayanan demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, termasuk menyediakan minuman hangat bagi pengemudi. Ia menyebut keberadaan masjid sebagai tempat istirahat mampu menekan angka kecelakaan hingga 50 persen pada musim mudik sebelumnya.

 

Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad menilai akhir tahun memiliki dimensi keagamaan dan sosial. Ia menegaskan pembukaan masjid bagi musafir saat Nataru merupakan praktik keagamaan yang patut didukung dan bernilai luhur.

 

Ke depan, Kemenag akan mematangkan Program Masjid Ramah Pemudik, termasuk untuk arus mudik Idul Fitri. Abu Rokhmad menegaskan kerukunan harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

 

Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag Arsad Hidayat menyampaikan program ini menjadi pelaksanaan perdana pada Nataru, meski konsep masjid ramah telah diterapkan saat mudik Idul Fitri. Ia menjelaskan kebijakan masjid ramah mencakup ramah lansia, anak, perbedaan, lingkungan, serta berfungsi sebagai ruang penyelesaian persoalan sosial. (*

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.