BorneoFlash.com,JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa pemerintah telah menyalurkan sekitar 44.000 ton beras untuk penanganan bencana dan pemenuhan pangan di Sumatera. Ia menyampaikan laporan itu dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta.
Amran menegaskan pemerintah menjaga stok dan distribusi pangan tetap aman dengan menyiapkan cadangan sekitar 120 ribu ton. Kementerian Pertanian juga menyalurkan minyak goreng dan bantuan logistik lain dengan total nilai sekitar Rp1 triliun, ditambah bantuan pegawai dan mitra senilai Rp75 miliar. Hingga Selasa (16/12/2025), Kementan telah mengirim tiga kapal logistik ke wilayah terdampak.
Amran menyebut bencana merusak sekitar 70 ribu hektare sawah dan memastikan penanganan dimulai pada Januari. Ia juga melaporkan peningkatan kesejahteraan petani dengan Nilai Tukar Petani mencapai 124,36 persen, tertinggi sepanjang sejarah, serta kenaikan pendapatan petani padi hingga Rp120 triliun.
Selain itu, Amran mencatat ekspor pertanian tumbuh 42 persen hingga Agustus 2025 dan memproyeksikan pertumbuhan 33 – 35 persen hingga akhir tahun. Produksi beras nasional naik 4,17 juta ton dan melampaui target, sementara stok beras akhir tahun diperkirakan mencapai 3,7 juta ton, tertinggi sejak 1969.
Di sektor pupuk, Kementan meningkatkan distribusi 700 ribu ton dan menurunkan harga 20 persen tanpa menambah anggaran. Menutup laporan, Amran menyampaikan Indonesia menerima penghargaan FAO dan menilai kebijakan tanpa impor beras berkontribusi menurunkan harga beras dunia hingga 42 persen. (*)






