“Bantuan ini kami harap mampu memotivasi penerima untuk lebih mandiri. Ke depan, pendataan akan terus dilakukan agar seluruh warga mendapatkan perlakuan yang sama. Anggaran pemerintah tidak boleh mengabaikan hak warga, baik dalam pendidikan maupun kesehatan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Edy Gunawan, menjelaskan bahwa program bantuan sembako bagi disabilitas berat dan lansia terlantar telah berjalan selama dua tahun dan diberikan setiap bulan melalui APBD Kota Balikpapan.
“Kami bekerja sama dengan mitra di lapangan untuk mendata masyarakat yang membutuhkan. Untuk peralatan kerja, bantuan berasal dari Pemerintah Provinsi setelah peserta sebelumnya diberikan pelatihan,” ujar Edy.
Ia menegaskan agar penerima manfaat menjaga dan memanfaatkan peralatan yang diberikan sebagai modal usaha. “Jangan disia-siakan karena nilai peralatannya cukup besar. Mereka sudah dilatih dan tinggal memulai usaha,” terangnya.
Selain bantuan sembako dan peralatan kerja, Dinas Sosial bersama mitra CSR juga menyediakan bantuan kaki palsu, alat bantu dengar, kacamata, dan lainnya.

Dalam waktu dekat, Pertamina juga akan menyalurkan bantuan uang sebesar Rp1 juta untuk membeli perlengkapan sekolah bagi 33 anak yatim piatu dan anak kurang mampu, yang akan diserahkan pada 11 Desember 2025.
Rangkaian bantuan ini, Pemkot Balikpapan berharap dapat terus memperkuat kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan, sehingga terwujud Balikpapan sebagai kota global yang nyaman untuk semua dalam bingkai madinatul iman.







