Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak masyarakat Balikpapan untuk terus menjaga lingkungan sebagai langkah pencegahan bencana lokal.
Menurutnya, perubahan tata guna lahan yang masif menyebabkan air hujan tidak lagi terserap optimal.Seharusnya 40–60 persen air diserap tanah, tetapi kini 90 persen mengalir di permukaan akibat berkurangnya vegetasi.
“Kita bersyukur topografi Balikpapan relatif datar, sehingga risiko bencana besar dapat dikurangi. Namun tetap, kita harus menanam pohon dan menjaga lingkungan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan, Rita, menyampaikan bahwa penggalangan dana menjadi agenda pembuka Hari Bakti PU ke-80 di Balikpapan.
“Ini wujud kepedulian keluarga besar DPU terhadap saudara-saudara kita, yang terdampak bencana. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka,” ujarnya.
Rita menambahkan bahwa momen Hari Bakti PU menjadi dorongan bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kekompakan, disiplin, dan semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi pengingat bahwa kita harus bekerja dengan tanggung jawab dan hati. Semangat PU adalah semangat membangun, baik fisik maupun kemanusiaan,” tutupnya.
Dengan semangat solidaritas dan kepedulian, Pemkot Balikpapan berharap aksi ini dapat menjadi kontribusi berarti bagi pemulihan masyarakat yang sedang tertimpa musibah di berbagai daerah.
Peringatan Hari Bakti ke 80 Pekerjaan Umum di Balikpapan tidak hanya menjadi ajang refleksi pembangunan dan penguatan solidaritas internal, tetapi juga momentum kepedulian terhadap korban bencana di berbagai wilayah Indonesia.






