Saifullah Yusuf: Pemerintah Hadir, Huntara Dipimpin BNPB untuk Korban Bencana

oleh -
Penulis: Wahyuddin Nurhidayat
Editor: Ardiansyah
Warga memindahkan bantuan yang didistribusikan dari Helikopter Caracal TNI-AU Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja di daerah terisolir akibat bencana di Nagari Tiku V Jorong, Agam, Sumatera Barat, Senin (1/12/2025). FOTO : ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/YU
Warga memindahkan bantuan yang didistribusikan dari Helikopter Caracal TNI-AU Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja di daerah terisolir akibat bencana di Nagari Tiku V Jorong, Agam, Sumatera Barat, Senin (1/12/2025). FOTO : ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/YU

BorneoFlash.com, JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa pemerintah terus menangani bencana, termasuk menyiapkan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap bagi warga terdampak banjir bandang di Sumatera dan Aceh.

 

Ia menyampaikan bahwa Kepala BNPB Suharyanto akan memimpin langsung penyediaan huntara. “Pak Kepala BNPB memimpin pembangunan huntara sebagai bagian dari perencanaan hunian sementara dan hunian tetap,” ujarnya di Jakarta, Rabu.

 

Ia menegaskan bahwa pemerintah wajib memenuhi kebutuhan hunian bagi warga terdampak. Kemensos sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Kementerian PUPR, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk menentukan lokasi dan menyusun rencana pembangunan.

 

Kemensos juga menyalurkan santunan bagi ahli waris korban meninggal dan warga yang terluka. “Ini kerja bersama, penuh sinergi dan gotong royong sesuai arahan Presiden,” katanya.

 

Hingga kini, Kemensos menyalurkan bantuan senilai Rp25 miliar dalam bentuk natura dan dukungan operasional dapur umum. Sekitar 30 dapur umum beroperasi di tiga provinsi, dan lebih dari 570 Tagana memproduksi sekitar 80 ribu bungkus makanan per hari.

 

Kemensos menyiapkan santunan Rp15 juta bagi ahli waris korban meninggal dan Rp5 juta bagi korban luka berat. Setelah asesmen lanjutan, pemerintah akan memberikan program pemberdayaan bagi warga yang kehilangan rumah, pekerjaan, atau mata pencaharian.

 

BNPB mencatat 753 korban meninggal, 650 orang hilang, dan 2.600 orang luka-luka berdasarkan data Rekapitulasi Terdampak Bencana per Rabu pagi. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.