“Kami ingin menambah area sawah agar produksi lokal meningkat. Ketergantungan 85 persen ini tidak ideal untuk kota sebesar Balikpapan, apalagi sebagai pintu gerbang IKN,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan teknis, pembiayaan, dan regulasi yang mendorong percepatan pengembangan lahan produktif di Balikpapan.
Dari hasil pantauan harga yang dilakukan bersama Satgas Pengendali Inflasi Daerah, sejumlah komoditas utama seperti beras, gula, dan telur berada dalam kondisi stabil.
Bagus memastikan warga tidak perlu khawatir terhadap potensi lonjakan harga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Kami pastikan stok aman dan harga tidak menyulitkan masyarakat. Pengendalian akan terus dilakukan,” tegasnya.

Usai pertemuan, Wakil Wali Kota Balikpapan mendampingi Asisten Deputi Stabilitasi Harga Pangan Kemenko Pangan RI, Mohamad Siradj Parwito, meninjau ketersediaan pangan dan harga pangan di pasar klandasan.
Momen ini dimanfaatkan dengan bertanya langsung dengan para pedagang mulai dari pedagang toko sembako, pedagang telur, beras, daging, ayam dan ikan. Para pedagang pun menyambut baik kedatangannya.







