Airlangga: Ekonomi Indonesia Menguat, Manufaktur Ekspansif dan Perdagangan Tetap Surplus

oleh -
Penulis: Wahyuddin Nurhidayat
Editor: Ardiansyah
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jakarta, Selasa (2/12/2025). FOTO : ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jakarta, Selasa (2/12/2025). FOTO : ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
banner 300×250

BorneoFlash.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai ekonomi Indonesia terus menguat menjelang akhir 2025. Ia merujuk pada tiga indikator utama: inflasi yang terkendali, PMI Manufaktur yang tetap ekspansif, dan surplus perdagangan yang berlanjut selama 66 bulan.

 

Airlangga melaporkan inflasi November 2025 sebesar 2,72 persen (yoy), masih dalam target 2,5±1 persen. Inflasi volatile food turun menjadi 5,48 persen (yoy), sementara inflasi inti stabil di 2,36 persen (yoy). Secara bulanan, inflasi meningkat karena naiknya harga emas perhiasan dan tarif angkutan udara. Ia menegaskan bahwa program diskon transportasi pada Desember akan menurunkan tarif penerbangan dan menjaga daya beli masyarakat.

 

Harga pangan naik pada beberapa komoditas seperti bawang merah dan sayuran akibat curah hujan tinggi. Namun harga daging ayam, cabai merah, dan telur turun. Beras mencatat deflasi 0,59 persen (mtm) karena pemerintah memperluas Bantuan Pangan untuk 18,3 juta KPM, menggelar pasar murah, dan memperkuat program stabilisasi pasokan.

 

Airlangga menyampaikan bahwa neraca perdagangan tetap kuat dengan surplus 2,39 miliar dolar AS pada Oktober 2025. Ekspor mencapai 24,24 miliar dolar AS, melampaui impor 21,84 miliar dolar AS. Perdagangan non-migas dengan AS mencatat surplus 1,7 miliar dolar AS seiring kenaikan ekspor 4,43 persen (mtm) dan menguatnya PMI Manufaktur AS.

 

PMI Manufaktur Indonesia naik ke level 53,3 pada November, tertinggi sejak Februari 2025 dan menjadi ekspansi empat bulan berturut-turut. Peningkatan permintaan mendorong aktivitas produksi, penumpukan pekerjaan, dan perekrutan tenaga kerja. Industri juga meningkatkan pembelian bahan baku sehingga memperkuat rantai pasokan manufaktur.

 

Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Airlangga memastikan sektor manufaktur tetap solid. Pemerintah menyiapkan berbagai insentif untuk memperkuat permintaan dan pasokan, sekaligus mendukung mobilitas akhir tahun di tengah inflasi yang terkendali dan daya beli yang meningkat. (*)

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.