KKP Raup Minat Investasi Rp1,6 Triliun di Forum Harkannas 2025

oleh -
Penulis: Wahyuddin Nurhidayat
Editor: Ardiansyah
Plt Dirjen Penguatan Daya Siang Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Machmud dalam Investment and Business Matching, yang menjadi rangkaian peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas). FOTO: ANTARA/HO-Humas KKP
Plt Dirjen Penguatan Daya Siang Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Machmud dalam Investment and Business Matching, yang menjadi rangkaian peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas). FOTO: ANTARA/HO-Humas KKP
banner 300×250

BorneoFlash.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menarik minat investasi dan kemitraan sektor kelautan dan perikanan senilai Rp1,60 triliun melalui kegiatan Investment and Business Matching dalam rangka Hari Ikan Nasional (Harkannas).

 

Plt Dirjen PDSPKP KKP, Machmud, menjelaskan bahwa nilai tersebut berasal dari one on one meeting dengan investor dalam dan luar negeri.

 

Pada forum itu, KKP menawarkan 36 proyek senilai Rp3,02 triliun, mulai dari industri pengolahan tuna dan udang, fasilitas logistik rantai dingin di Cilacap, pabrik garam industri di Jeneponto, fasilitas pengolahan perikanan di Kawasan Industri Bolok, NTT, hingga pabrik pengolahan rumput laut berbasis nori di Jawa Barat.

 

Machmud memastikan KKP menyiapkan program unggulan untuk mendukung Astacita Presiden Prabowo Subianto dan memperkuat ekonomi biru.

 

Ia menginstruksikan jajarannya mendampingi calon investor agar target investasi 2025 sebesar Rp13,11 triliun tercapai.

 

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah memberikan kemudahan perizinan, insentif, keamanan, dan konektivitas. Pemerintah memperkuat komitmen tersebut melalui PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

 

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya mendorong masyarakat memanfaatkan peluang besar di sektor kelautan dan perikanan. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.