Dalam struktur APBD 2026, Pendapatan Daerah ditetapkan sebesar Rp 2,95 triliun, dengan belanja daerah mencapai Rp 3,37 triliun. Defisit sebesar Rp 418,06 miliar akan ditutup melalui penerimaan pembiayaan dengan jumlah yang sama.
Bagus menjelaskan bahwa kondisi fiskal ini tidak hanya sekadar angka, tetapi berpengaruh langsung terhadap harapan masyarakat, mulai dari peningkatan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan sosial.
“Kami memilih langkah paling hati-hati, mengefisienkan belanja pendukung dan memfokuskan sumber daya pada program yang benar-benar berdampak langsung,” jelasnya.
Raperda APBD 2026 selanjutnya akan diajukan kepada Gubernur Kaltim untuk dievaluasi. Pemkot menargetkan Perda dapat ditetapkan sebelum akhir Desember 2025. Bagus meminta seluruh perangkat daerah segera menyiapkan dokumen pelaksanaan anggaran agar program dapat berjalan tepat waktu.
Dalam kesempatan itu, Bagus juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD, SKPD, serta seluruh tim anggaran yang telah bekerja keras dalam proses penyusunan APBD.
Selain itu, ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, pelaku usaha, komunitas, serta jajaran keamanan yang telah menjaga stabilitas dan menyukseskan berbagai kegiatan kota sepanjang tahun.
“Partisipasi masyarakat menjadi energi positif bagi kemajuan Balikpapan. Dukungan dan kolaborasi inilah yang membuat kota ini tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ungkapnya.








