Selain aspek profesionalisme, Ahmad Yani mendorong seluruh pegawai untuk aktif mengikuti Gerakan Etam Mengaji, sebuah program internal DPRD yang menekankan pembacaan, pemahaman, dan pengamalan nilai-nilai kitab suci.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memperkaya spiritual pegawai, tetapi juga membangun budaya positif di lingkungan kerja.
“Kita ingin pegawai DPRD tidak hanya profesional, tetapi juga punya karakter yang kuat. Mengaji itu bukan sekadar membaca, tapi memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebaikan. Dengan begitu, setiap keputusan dan tindakan kita di kantor bisa lebih bijak dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Ahmad Yani.
Ia juga menekankan pentingnya kekompakan dan persaudaraan di luar rutinitas kerja. “Kita bisa mengadakan kegiatan sosial, berbagi, dan diskusi keagamaan. Semua ini untuk menumbuhkan semangat kolektif. Ketika hubungan antarpegawai harmonis, otomatis pekerjaan juga lebih efektif dan menyenangkan,” tambahnya.
Dengan berbagai upaya tersebut, Ahmad Yani yakin DPRD Kukar mampu memainkan perannya secara maksimal dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Kutai Kartanegara.
“Komitmen kita jelas: disiplin, kolaborasi, profesionalisme, dan nilai-nilai spiritual harus berjalan beriringan. Kalau itu tercapai, saya yakin visi besar Kukar bisa kita wujudkan bersama,” pungkasnya.








